Nilai saham sepanjang Januari turun Rp 127,44 triliun


Nilai saham sepanjang Januari turun Rp 127,44 triliun

JAKARTA. Total aset yang tercatat di Central Depository and Book-Entry Settlement System (C-BEST) PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mengalami penurunan sepanjang Januari lalu. Ketimbang Desember tahun lalu, total aset di pasar modal turun sekitar 6,19%.

Menurut catatan KSEI, total aset di Januari hanya sebesar Rp 1.917,91 triliun. Padahal di bulan Desember 2010, total aset di pasar modal mencapai Rp 2.044,55 triliun.

Nilai saham pun mengalami penurunan Rp 127,44 triliun sepanjang Januari 2011. Di akhir tahun lalu, nilai saham masih sebesar Rp 1.885,80 triliun. Namun di akhir Januari nilainya turun jadi Rp 1.758,37 triliun, atau turun 6,76%.

Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo bilang, penurunan ini terjadi lantaran aliran dana asing yang masuk ke bursa berkurang. “Sebenarnya sejak bulan November aliran dana asing memang kempes, ini membuat transaksi jadi semakin kecil,” ujar pria yang akrab disapa Tomi ini pekan lalu.

Investor asing memang membukukan capital inflow yang cukup besar selama Januari. Menurut data Bloomberg, sepanjang Januari asing membukukan beli bersih sebesar Rp 199,869 miliar. Sementara di Desember asing justru membukukan beli bersih sebesar Rp 221,884 miliar.

Investor juga menilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada dalam fase konsolidasi. Tomi menilai hal ini membuat aksi goreng saham berkurang. “Pemain yang posisinya sudah enggak nyangkut, mereka tidak mau masuk lagi,” imbuhnya.

Tomi memperkirakan fase konsolidasi ini masih akan berlanjut di Februari ini. Meskipun begitu, ia menilai investor tidak perlu khawatir.

Pasalnya, bila melihat pergerakan IHSG di tahun-tahun sebelumnya, perdagangan saham memang relatif sepi di Januari dan Februari. “Kita bisa lihat track record dua tahun terakhir, di mana Januari dan Februari memang selalu sepi,” sebut Tomi.

Pelaku pasar cenderung mengambil posisi wait and see di dua bulan pertama tiap tahun. Baru di bulan Maret, setelah yakin arah market secara keseluruhan, pelaku pasar akan kembali masuk.

Kepala Investasi First State Investments Hazrina R. Dewi pun meyakini IHSG punya potensi kenaikan tinggi. Terutama setelah emiten-emiten merilis laporan keuangan. “Sebagai investor, harusnya bisa menggunakan kesempatan saat IHSG di 3.300-3.400 untuk aksi beli,” ujarnya.

Sumber: Kontan Online

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: