Islam dan Lingkungan Hidup


Islam sangat memperhatikan lingkungan. Allah subhanahu wata’ala dalam ayat-ayat al-Qur’an selalu mengajak orang pembaca Al-Qur’an berdialog dengan alam.

أَفَلَا يَنظُرُونَ إِلَى الْإِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ
وَإِلَى السَّمَاء كَيْفَ رُفِعَتْ
وَإِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْ
وَإِلَى الْأَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْ

Artinya:
Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan,
] Dan langit, bagaimana ia ditinggikan?
Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan?
Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?

[Qur’an Surat Al-Ghaasyiah ayat : 17 sampai 20]

Dengan membaca ayat ini dapat ditarik kesimpulan bahwa Allahsubhanahu wa ta’ala selalu menyeru ummatnya untuk selalu memperhatikan lingkungan ciptaannya.

Dan Allah melarang membuat kerusakan dimuka bumi.

وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لاَ تُفْسِدُواْ فِي الأَرْضِ قَالُواْ إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ

Dan bila dikatakan kepada mereka:”Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.” [Qur’an Suran Al-Baqarah ayat 11]

وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. [Qur’an Surat Al-Qashas ayat 77]

Alam ini adalah warisan dan titipan Allah kepada kita manusia, karena manusia sebagai makhluq pemimpin dan dipercaya menjaga dan mengelola alam ini.

Allah ber firman:
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلاَئِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأَرْضِ خَلِيفَ

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” [Qur’an surat Al-Baqarah ayat: 30]

Allah telah menjadikan manusia khalifah {pemimpin], untuk menjaga alam ini. Makanya kita wajib menjaga dan merawatnya dan jangan sampai alam ini rusak. Karena apabila rusak bukan saja orang yang merusak yang dapat celaka akan tetapi semua manusia akan menanggung akibatnya. Kalau Alam ini rusak akan terjadi bencana yang menimpa seluruh umat manusia yang berada di daerah bencana tersebut, contohnya akibat penebangan hutan maka akan terjadi tanah longsor dan banjir, bahkan seluruh ummat manusia yang ada di muka bumi ini. Contoh kerusakan yang terjadi pada atmosfir bumi akan berakibat matinya biota laut yang menumbuhkan terumbu karang, pemanasan global, kekeringan, surutnya permukaan laut, mencairnya es di kutub dan sebagainya.

Oleh sebab itu kita harus menjaga lingkungan hidup kita dengan cara tidak semena-mena menebang pohon. Rajin selalu menanam pohon. Abu bakar Siddiq di usianya yang sudah mulai menua selalu rajin menanam pohon. Ada protes ketika melihat Abu Bakar menanam pohon mengapa Abu Bakar menanam pohon yang tidak mungkin baginya untuk menikmati hasilnya karena mengingat usianya yang tidak mungkin lagi untuk menunggu hasil pohon tersebut sampai berpuluh-puluh tahun. Abu Bakar menjawab karena dia hendah beribadah kepada Allah. Menanam pohon adalah Ibadah dan Abu bakar hendak dirinya tercatat dihari kiamat sebagai orang yang beribadah dengan menanam pohon.

Allah subhanahu wata’ala tidak memperhatikan hasil dari suatu amal perbuatan seseorang tetapi memberikan nilai dari perbuatannya tersebut. Walaupun tidak berhasil sudah tercatat sebagai suatu kebaikan dan menjadi amal ibadah yang mendapat ganjaran dari Allah subhanahu wata’ala.

Demikianlah sedikit yang saya sampaikan lebih dan kurang saya mohon ma’af wabilahi taufiq wal hidayah wasalaamualaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: