Saya kalo sholat bayangannya kemana-mana, gimana ya biar khusyu’?


Jawaban:
Esensi sholat adalah munajat kepada Allah Yang Maha Dekat. Saat-saat seperti ini adalah posisi yang sangat mulia karena kita sedang berhadapan dengan Yang Maha Mulia. Oleh karena itu untuk melaksanakannya harus didasari dengan semangat yang tinggi dan perhatian yang besar sehingga pada saat pelaksanaannya bisa tercapai kekhusyu’an. “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya”. (QS. Al- Mukminun: 1-2). “Peliharalah semua shalatmu, dan peliharalah shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah dalam shalatmu dengan khusyu’.” (QS. Al-Baqarah: 238).
Selama melaksanakan sholat harus diperhatikan bacaan-bacaan sholat dengan berusaha menyimaknya dan memahami setiap kata yang diucapkan agar pikiran kita bisa terkonsentrasi kepada gerakan dan bacaan-bacaan sholat. Hal seperti ini tentunya tidak semudah membalikkan telapak tangan, harus ada upaya dan kemauan untuk mempelajari arti dan makna bacaan-bacaan sholat serta kesungguhan untuk konsentrasi selama melaksanakan sholat. Abu Daud meriwayatkan sabda Rasulullah sebagai berikut: “Apabila seseorang melaksanakan sholat dengan baik, ia sempurnakan ruku’ dan sujudnya, sholat itu akan berkata: Semoga Allah memelihara dirimu sebagaimana engkau memeliharaku, kemudian sholat itu diangkat kepada Allah. Akan tetapi apabila seseorang tidak melaksanakan sholat dengan baik, ia tidak sempurnakan ruku’ dan sujudnya, sholat itu akan berkata: Allah akan menyia-nyiakan dirimu sebagaimana engkau menyia-nyiakan aku, kemudian sholat itu dilipat-lipat sebagaimana pakaian yang sudah lusuh dilipat-lipat lalu dilemparkan ke muka orang tersebut”.

Memang salah satu kekurangan kita adalah sering lupa dan lalai serta kehilangan konsentrasi. Akan tetapi menjadi kewajiban kita untuk selalu berusaha semaksimal mungkin mengatasi hal itu khususnya selama dalam melaksanakan sholat.

Di samping itu, ketika hendak melaksanakan sholat carilah tempat yang tidak akan mengganggu konsentrasi seperti adanya suara-suara, dan sebagainya. Selama melaksanakan sholat hendaknya jangan menoleh ke kanan, ke kiri, maupun ke atas, dan menahan dari gerakan-gerakan selain gerakan sholat. Ketika berdiri pandangan diarahkan ke tempat sujud, ketika ruku’ pandangan ke arah kaki, ketika sujud pandangan ke arah hidung, dan ketika duduk di antara dua sujud atau ketika duduk untuk tasyahhud pandangan ke arah paha. Dengan memperhatikan hal-hal seperti di atas selama sholat insyaallah lama kelamaan bisa dicapai kekhusyu’an di dalam sholat sehingga bisa tercapai hikmah dari sholat itu.

Di antara tanda-tanda orang yang sudah mencapai kekhusyu’an sholat ialah adanya keinginan yang besar untuk selalu berada dalam suasana sholat atau munajat kepada Allah dan ketika melaksanakan sholat ia merasakan kenikmatan yang luar biasa di dalam sholatnya sehingga ia lebih senang berlama-lama di dalam sholat. “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, yaitu orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya”. (QS. Al-Baqarah: 45-46)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: