Sholat ashar aku gak tahu arah kiblat karena pada saat itu kami di tengah hutan dan gelap, bagaimana seharusnya?


Sholat ashar aku gak tahu arah kiblat karena pada saat itu kami di tengah hutan dan gelap, bagaimana seharusnya?

 

Jawaban:
Menghadap kiblat merupakan salah satu syarat keabsahan sholat. Bagi orang yang melaksanakan sholat dekat dengan Ka’bah pada jarak yang ia dapat melihatnya diwajibkan meyakini bahwa badannya menghadap ke Ka’bah. Sedangkan bagi orang yang berada pada jarak yang jauh dari Ka’bah dan tidak dapat melihatnya maka cukup baginya ia menduga kuat bahwa badannya menghadap ke arah Ka’bah, seperti mereka yang berada di kota atau wilayah yang jauh dari Masjid al-Haram.

 

Bagi orang yang berada pada suatu tempat yang ia belum mengetahui arah kiblat ia harus mencari informasi arah kiblat baik melalui petunjuk yang bisa ditemukan  atau  dari seorang muslim yang ia duga mengetahuinya dan menyampaikan informasi tersebut dengan jujur, baik laki-laki maupun perempuan. Yang demikian itu apabila ia menduga bahwa akan ada sesuatu atau ada seseorang yang akan memberikan informasi tentang arah kiblat, maka ia harus menunggu informasi tersebut. Apabila dalam penantiannya ia khawatir  waktu sholat akan habis sementara informasi tentang arah kiblat belum didapat maka ia harus melaksanakan sholat sekalipun arah kiblat yang ia menghadap kepadanya belum berdasarkan dugaan yang kuat. Dalam hal ini ia tidak boleh berijtihad (berusaha) sendiri dalam mencari arah kiblat karena ia menduga akan ada petunjuk atau ada orang yang dipercaya memberikan informasi arah kiblat yang diyakini kebenarannya.  Nanti apabila ia sudah berada pada suatu tempat yang ia bisa meyakini arah kiblat ia wajib mengulangi sholat tersebut.

 

Apabila diduga tidak akan dijumpai petunjuk arah kiblat atau tidak akan mendapatkan seseorang yang memberikan informasi yang benar maka ia harus berijtihad (berusaha) mencari arah kiblat dengan mengandalkan arah matahari, bulan atau bintang, dan sebagainya yang dapat dijadikan pedoman dalam mencari arah kiblat, kemudian ia melaksanakan sholat ke arah yang menurut hasil usaha dan dugaannya adalah arah kiblat.

 

Sedangkan bagi orang yang tidak mampu berijtihad karena tidak memiliki pengetahuan tentang petunjuk-petunjuk arah maka ia harus mengikuti pendapat orang lain yang bisa berijtihad dan telah menemukan arah kiblat berdasarkan dugaannya.

 

Apabila seseorang yang melaksanakan sholat dengan berijtihad dalam mencari arah kiblat kemudian terbukti hasil ijtihadnya salah maka apabila kekeliruan itu diketahui sebelum memulai sholatnya maka ia harus mengenyampingkan arah yang yang salah tersebut dan berijtihad lagi dalam mencari arah yang benar. Sedangkan apabila kekeliruan arah itu diketahui setelah melaksanakan sholat dan telah diyakini arah kiblat yang benar maka ia harus mengulangi sholat tersebut, karena sholat yang dilakukan itu kekurangan syarat, yaitu tidak menghadap ke kiblat.

 

Apabila ia melaksanakan sholat berdasarkan ijtihad dalam mencari arah kiblat kemudian ia ingin melaksanakan sholat wajib berikutnya maka ia harus berijtihad kembali dalam mencari kebenaran arah kiblat. Apabila ternyata hasil ijtihad kedua berbeda dengan ijtihad pertama  ia tidak perlu lagi mengulangi sholat yang pertama, karena keduanya sama-sama hasil ijtihad. Berbeda halnya apabila ia melaksanakan sholat tanpa didahului dengan berijtihad dalam mencari arah kiblat maka ketika ia meyakini arah kiblat yang benar sholat  tersebut wajib ia ulangi meskipun pada kenyataannya ia melaksanakan sholat itu ke arah kiblat yang benar. Sebagaimana seseorang yang melaksanakan sholat tanpa terlebih dahulu berijtihad mencari tahu apakah waktu sholat sudah masuk atau belum, tapi ia sholat saja maka sholatnya tidak sah sekalipun pada kenyataannya ketika ia melaksanakan sholat tersebut sudah masuk waktunya. Itulah perlunya berijtihad (berusaha) dalam mendapatkan keyakinan atau dugaan kuat terpenuhinya suatu persyaratan dalam melaksanakan ibadah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: