Cara Menghitung Kebutuhan Atap Rumah

8 Februari, 2011

Cara Menghitung Kebutuhan Atap Rumah

9Sebelum menghitung kebutuhan atap rumah, maka perlu diketahui lebih dahulu luasan dari atap tersebut. Setelah luasan dari atap tersebut diketahui, maka kebutuhan penutup atap (jumlah gentengnya) dapat dihitung dengan mudah.

Nah,….sekarang bagaimanakah caranya untuk menghitung luasan dari sebuah atap ?….

Berikut adalah caranya :

Katakanlah sekarang saya mempunyai rumah dengan model atap Hip Roof (atap perisai) dengan ukuran atap sedemikian rupa, dan rencananya saya akan memakai penutup atap genteng beton dengan ukuran panjang 40 cm  (dimana tiap 1m2 = 11 buah genteng beton). Sudut kemiringan atap sebesar 35o

ATAP GABLE

 

 

 

 

 

 

 

 

PLAN  VIEW

Ukuran dari atapnya adalah sebagai berikut :

PLAN  ATAP

Nah…Kira-kira saya harus beli barapa buah genteng ya untuk atap saya ini???,..he..he..he

Mudah kok ngitungnya, perhatikan baik-baik ya,..(mohon maaf jika pembahasannya agak sedikit bertele-tele, karena memang pembahasan ini ditujukan terhadap reka-rekan yang belum memahami dan mengerti tentang cara menghitung kebutuhan atap rumah). Ok! mari kita lanjutkan,….

atap genteng 3

dari gambar denah atap diatas, kita bagi menjadi enam segmen luasan atap. Coba anda perhatikan, dari gambar denah atap tersebut terdapat tiga bentuk model bidang tembereng atap.

  1. Yang pertama berbentuk segitiga ( segmen C & F )
  2. Yang kedua berbentuk jajaran genjang ( segmen B & E )
  3. Yang ketiga berbentuk trapesium ( segmen A & D )
  • Untuk yang berbentuk segitiga ( segmen C & F ), luasannya bisa dicari dengan rumus = 1/2 x alas x tinggi
  • Untuk yang berbentuk jajaran genjang ( segmen B & E ), luasannya bisa dicari dengan rumus = panjang x lebar tembereng
  • Untuk yang berbentuk trapesium ( segmen A & D ), luasannya bisa dicari dengan rumus = ( jumlah sisi sejajar x tinggi) / 2

Baiklah, kita akan hitung atap yang berbentuk segitiga dulu ( segmen C & F )

Perhatikan gambar dibawah ini :

SECTION ROOF G

untuk menghitung luas segmen C atau F, kita harus mengetahui dulu panjang tembereng/ jurainya ( lihat garis yang saya beri pake warna merah ), untuk menghitung panjang dari garis tembereng ini kita harus menghitung dulu tinggi dari alas ke Nok ( lihat garis yang saya beri pakai warna biru), dan garis diagonal yang berwarna hijau (lihat gambar diatas).

Ok! sekarang kita akan menghitung dulu tinggi atau panjang dari garis biru tersebut,

menghitung tinggi/ panjang dari garis biru

atap hif roof section

L = 6.00 m

tinggi dari garis tersebut adalah :

tan α = ( tinggi dari garis tersebut / setengah panjang L )

tinggi dari garis tersebut = tan α x setengah panjang L

= tan 35o x  (0.5 x 6)

= 2.101 m

tingginya sudah ketemu yaitu sebesar 2.101 m, sekarang kita cari panjang sisi miringnya

atap hif roof8

panjang sisi miring =   2.1012 +   (1/2 L)2

=   2.1012 +  (1/2 x 6)2

=     3.662 m

 

menghitung panjang dari garis diagonal (warna hijau)

SECTION ROOF D

rumus phytagoras :

panjang garis diagonal warna hijau =   32 +  32

=    18

=    4.242 m

menghitung panjang dari garis jurai/tembereng atap (warna merah)

rumus phytagoras :

panjang tembereng =  garis warna biru2 + garis warna hijau2

=   2.1012 +  4.2422

=   22.409

=   4.733 m

Nah….dengan diketahui panjang dari garis tembereng (jurai) ini, maka luasan dari setiap segmen dapat dihitung dengan mudah,

SECTION ROOF F

  • Luas segmen A

Luas segmen A = ( jumlah sisi sejajar x tinggi) / 2

= ( ( 9 + 15 ) x 3.662 ) / 2

= 43.944 m2

  • Luas segmen B

Luas segmen B =  panjang tembereng  x  alas

=  4.733  x  9

42.597 m2

  • Luas segmen C

Luas segmen C = (alas x tinggi) / 2 = (6 x 3.662) / 2 = 10.986 m2

  • Luas segmen D

Luas segmen D = ( jumlah sisi sejajar x tinggi) / 2

= ( ( 4 + 10 ) x 3.662 ) / 2

= 25.634 m2

  • Luas segmen E

Luas segmen E =  panjang tembereng  x  alas

=  4.733  x  4

18.932 m2

  • Luas segmen F

Luas segmen F = (alas x tinggi) / 2 = (6 x 3.662) / 2 = 10.986 m2

  • Total Seluruh Luasan

Luas segmen  =  A + B + C + D + E + F

=  43.944 + 42.597 + 10.986 + 25.634 + 18.932 + 10.986

153.079 m2

  • Jumlah Atap Genteng Yang dibutuhkan

– Genteng Beton ( 1m2 = 11 buah )

– Luas Atap = 153.079 m2

– Jumlah atap genteng yang dibutuhkan = 153.079 m2 x  11 buah/m2

= 1683.689 buah

– dibulatkan menjadi = 1684 buah

Iklan

Menghitung Berta Besi Tanpa Tabel

8 Februari, 2011

CARA CEPAT MENGHITUNG BERAT BESI TANPA TABEL

Berbicara tentang struktur, khususnya struktur beton bertulang, menghitung kebutuhan besi adalah hal pokok yang tidak bisa dihindari, dan lebih-lebih jika hal tersebut dihubungkan dengan RAB ( rencana anggaran biaya ) maka hal tersebut menjadi sangat penting.

Dalam menghitung berat besi, kadangkala konversi perhitungannya lebih mengarah ke parameter berat (kg) daripada ke parameter jumlah batang (misal : lonjoran), kalau tidak percaya anda boleh jalan-jalan ketoko besi (khususnya yang menjual besi tulangan dan plat)  kemudian tanyakan ke penjualnya, untuk beli besi tersebut hitungan harganya berdasarkan jumlah besi yang anda beli ataukah berdasarkan berat dari besi secara keseluruhan yang anda beli ? ( atau kalau dalam istilah tukangnya “lonjoran, bijian ataukah kiloan ???”),

Perumusan praktis untuk menghitung berat besi

Secara umum perumusan untuk menghitung berat besi adalah :

Vb x Bjb  = ….. Kg

dimana : Vb  =  Volume besi (m3)

Bjb =  Berat jenis besi = 7850 (kg/m3)

Contoh :

1.  Pelat besi dengan ukuran (1m x 1m) dengan tebal pelat 1 mm, hitung beratnya ?

berat besi =  (1  x 1  x 0.001) m3   x   7850 kg/m3   =  7.85 kg

(Cat : 1 mm = 0.001 m)

2.  Base plate dengan ukuran (25 cm x 30cm) dengan tebal plat 12 mm, hitung beratnya ?

berat base plate = (0.25 x 0.30 x 0.012) m3   x   7850 kg/m3 = 7.065 kg

Sampai disini cukup mudah dipahami kan?…..nah sekarang bagaimana perumusannya untuk menghitung berat dari besi tulangan untuk beton?.

Jawabannya :

Caranya sama tidak ada yang beda, intinya adalah volume dikalikan dengan berat jenis besi.

Contoh :

1.  Hitung berat besi tulangan diameter 16 dengan panjang 12 meter ?

luas penampang Ø16 = 1/4 (π) d2 = 1/4(3.14)(0.016)2 = 0.00020096 m2

volume Ø16  =  luas penampang x panjang batang = 0.00020096 m2 x  12 m  =  0.002411 m3

berat besi Ø16 =  Volume x 7850 kg/m3 =  0.002411 m3 x 7850 kg/m3 = 18.93 kg

cukup mudah kan ?, dari cara yang saya uraikan diatas, ada lagi cara yang lebih cepat untuk menghitung berat dari besi tulangan tersebut, yaitu dengan menggunakan perumusan :

Berat besi tulangan  =  0.006165  x  d2 x   L    …(Kg)

dimana : d  =  diameter tulangan            (mm)

L  =  panjang batang tulangan  (m)

Contoh :

2. Hitung berat besi dari contoh soal no 1, dengan perumusan diatas ?

berat besi Ø16 = 0.006165  x  162 x  12  = 18.93 kg

sama kan hasilnya,..silahkan anda menghitung sendiri dengan mencoba-coba ukuran besi tulangan yang lain, dan saya pastikan bahwasanya dua cara diatas akan menghasilkan hasil yang sama,…buktikan sendiri brow, insya Allah pasti sama.

Nah… sekarang yang menjadi pertanyaan adalah “darimana asal angka 0.006165 dari perumusan diatas?”.

berikut adalah penjabarannya :

Seperti yang sudah saya uraikan diatas, rumus mencari berat besi adalah : Vb  x  Bjb

dimana Vb = Volume besi dan Bjb = Berat jenis besi = 7850 kg/m3

Jadi berat besi tulangan (penampang bulat) :

= Vb  x  7850 kg/m3

= ( 1/4 x π x d2 x  L )  x  7850 kg/m3

= 1/4  x  3.1415  x  d2 x   L  x  7850  kg/m3

karena d = diameter tulangan disebutkan dalam satuan milimeter (mm), maka kita konversi dulu ke meter (m),

d2 = (d x d)…………………….……mm2

dikonversi ke meter ( 1mm = 0.001 m )

= ( 0.001d x 0.001d )

= ( 1x 10-6 ) d2 …………………m2

Sehingga,

= 1/4  x  3.1415  x  ( 1x 10-6 ) d2 x   L x  7850

= 0.006165 d2 x   L

Jadi perumusan untuk menghitung berat besi adalah = 0.006165 d2 x   L

Nb :

Sekedar sebagai perbandingan, berikut saya lampirkan tabel berat besi, silahkan anda mencoba-coba sendiri dengan membuktikan perumusan diatas untuk menghitung berat dari besi tulangan dan bandingkan hasilnya dengan tabel berat besi berikut ini :

tabel besi

warna kuning = menyatakan panjang batang tulangan

warna hijau = menyatakan diameter tulangan

Contoh penggunaan tabel :

1. berat besi dari tulangan dengan diameter 12 dengan panjang 11 meter  = 9.77 kg

Cek menggunakan rumus berat besi :

berat besi Ø12 = 0.006165  x  122 x  11  = 9.77 kg …..( sama)


Kamus Tehnik

8 Februari, 2011

A.

Rumus menghitung berat besi: Untuk menghitung berat besi harus diketahui panjang (mm), disingkat P lebar (mm) , di singkat L     tebal (mm) , disingkat T berat jenis besi, disingkat BJ sedangkan berat jenis besi plat yg umum, adalah 7.85 Rumus = ( P x L x T x BJ ) / 1.000.000 = Kg contoh diketahui besi dengan ukuran sbb : P = 150 mm L = 60 mm T = 25 mm beratnya adalah ( 150 x 60 x 25 x 7.85 ) / 1.000.000 = 1,76625 Kg

B.

Pipa kotak tsb kita buka sehingga berbentuk lembaran, dengan demensi : 2 x (30 mm + 60 mm) x 1,8 mm x 6000 mm
Dalam satuan dm : 1,8 x 0,018 x 60 = 1,944 dm^3 -> volume hollow
Berat hollow = 1,944 x 7,85 = 15,26 Kg
Perhitungan ini dengan mengabaikan bentuk hollow besi yang tidak siku/ tajam pada sisi2 nya.

C.

(Luas Permukaan X Panjang X BJ)/10^6
BJ besi = 7.85
Luas Permukaan = ( Lebar X tinggi ) – ( Luas permukaan Lubang)
= ( 30 x 60 ) – ( 26.4x 56.4 )
= 311.04mm2

jadi : (311.04mm2 x 6000 x 7.85)/10^6
=14.64 kg

D.